Jalan Tuhan Bukan Jalan Saya
Hi Bapa,
banyak hal telah terjadi semenjak tulisan terakhir yang aku masukkan dalam blog ini. Banyak perkembangan dan naik turun kehidupan mengisi hari-hariku. Pergantian suasana pekerjaan, beberapa orang baru yang masuk ke dalam kehidupanku, semuanya memberi warna kesegaran dalam setiap langkah yang kujalani setiap harinya. Aku mau berterimakasih karenanya
Harus kuakui, dalam beberapa banyak sisi kehidupanku akhir-akhir ini, aku semakin jauh dari Engkau. Aku semakin malas mencari Engkau, aku menggantungkan hidup pada pemikiran dan logika diriku sendiri. Aku menurunkan dan memodifikasi setiap standar dan pedoman kehidupan yang dari dulu selalu Kau wanti-wanti dalam hidupku. Aku menyimpang dari rencanaMu Tuhan. Bahkan aku merasa hal itu normal adanya. Minta ampun setiap malam adalah doa yang biasa Kaudengar sekarang dari mulutku.
Aku mengalami pengikisan karakter Engkau, Bapa. Karakter Kristus yang dengan susah payah dibangun dari beberapa tahun lalu telah secara mudah kujual demi sedikit kepuasan egoku. Aku mulai kembali bertumbuh dan bergaul dengan kedangkalan rencanaku, berpikir bahwa aku lebih tahu, yah..kembali seperti waktu dulu aku belum mengenalMu
Namun aku mau bersukacita karena Engkau mendengar doaku. Doa untuk menjaga setiap langkahku, bahkan ketika tanpa sadar aku mengarahkan kakiku pada dosa dan kebenaran yang dari egoku.
contoh paling mudah dapat dilihat ketika aku merasa tidak puas dengan keadaanku dan selalu membanding-bandingkan diriku dengan keadaan orang lain. punya keinginan memang tidak salah, yang menjadikannya kurang bijak tatkala aku mempunyai motivasi untuk menyuburkan kesombonganku dan bukanya untuk memuliakan namaMu semata.
Memang benar, ketika tidak setiap hari aku membuka surat cintaMu (aka Alkitab), banyak hal baik dan perkataan bijak yang kerap kali kulupakan, terkubur oleh kesenangan semu yang kukira dapat memberiku kebahagiaan. Aku bersyukur karena Engkau terus menerus tidak lupa untuk mengingatkanku betapa tidak berdayanya diriku tanpaMu. aku ini bukan apa-apa tanpaMu, dan hanya karena kasih setiaMu sajalah aku dapat beroleh berkat yang begitu berlimpah dalam hidupku.
Jalanku kedepan masih panjang, masih banyak rencana hebat yang Engkau akan percayakan padaku, termasuk partner hidup yang akan mengiringi jalanku didalam-Mu nanti. sekarang aku ingin berfokus dan membangun fondasiku terlebih dahulu sebelum Engkau membangun sebuah rumah indah di hidupku.
Terima kasih untuk tidak pernah letih dan karena tetap setia mendampingiku, Bapa
xoxo

