-
new year and the resolutions
2 minggu lalu aku dapet 1 petrus 4:7 sebagai ayat tahunanku”
“kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”
Intinya supaya aku berhenti khawatir, terutama terhadap kekurangan-kekuranganku dihadapan Tuhan, dan lebih memfokuskan diri pada berdoa dan mencari apa keinginanNya.
sebenarnya waktu pertama kali dapet ayat ini, agak sebel sama Tuhan. karna aku gak ngerasa apa yang aku tanyakan dan doakan dijawab oleh Dia. Terutama tentang kerinduan aku buat pelayanan. juga tentang beberapa pertanyaanku yang lain. Tapi setelah bertanya-tanya dan merenungi lebih dalam lagi, aku tertegun.
Bahkan kekurangan-kekurangan aku juga sebenarnya Dia pakai agar orang-orang datang kepadaNya. Dengan jatuh bangunnya aku dalam menjalin hubungan dengan Dia
hal yang bikin aku tambah malu lagi, terjadi ketika beberapa hari lalu aku ‘disuruh’ ikut retreat. pertamanya aku ini agak malas ikut retreat, soalnya bertema pemulihan hati Bapa, dan yang bikin malesnya adalah aku gak kenal hampir siapa-siapa di retreat itu. mulailah beberapa jurus aku keluarkan. dari alasan lagi mau berhemat (maklum, retreatnya bayar dan adanya pas akhir bulan ;p), sampai males karena gak ada yang aku kenal.
eh, ternyata memang Tuhan pengen aku ikut retreat itu. alasan-alasanku dengan segera dipatahkan. panitianya bilang gak bayar juga gak masalah, dan ternyata ada temen aku yang biarpun gak dket, ternyata itu retreat itu. maka mulailah aku mengepak baju sembari bingung: artinya Tuhan punya rencana buat aku sehingga aku disuruh ikut retreat ini meskipun rasanya enggan.
ketika sampai di lembang (tempat retreat berlangsung), dan memulai ‘pemanasan’ dengan workshop, aku masih belum ngeh kenapa aku mesti datang kemari. tapi Tuhan buat aku membuka hati dan pikiranku, dan aku menjalani workshop dengan cukup serius juga (meski belum ngerti maksudnya apaan, soalnya pikir aku tema retreat ini kan tentang ‘pelepasan dan pemulihan hati Bapa dan gambar diri yang rusak, dan aku sudah pernah dilepaskan. jadi, kenapa aku harus ikutpun aku gak tau)
perubahan terjadi tatkala sesi malam berlangsung. Bp. Albert sebagai pembicara memulai kotbahnya dengan penjelasan mengenai Tuhan yang tidak pernah selesai dalam hidup kita, tujuan kita hidup di dunia, dan pengenalan Tuhan sebagai Bapa, bukan hanya sekedar Tuhan dalam hidup kita.
Waktu kita ini di dunia sangat singkat sekali. saking singkatnya waktu kita, umurnya seperti uap di hadapan Allah Bapa. karena waktu kita sangat singkat, kita harus mengetahui apa panggilan kita. 1 Yohanes 2:12-14 berkata ada 3 tingkat kekristenan:
1. Kristen anak-anak
2. Kristen orang muda
3. Kristen bapa-bapasetiap tingkat kekristenan ini mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. setiap tingkat mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. dan kebutuhan seorang kristen anak-anak adalah: mengenal Allah sebagai Bapa. sebelum lanjut, aku ingin menegaskan anak-anak, orang muda, dan bapa-bapa disini agar jangan dilihat dalam definisi fisik, melainkan tingkat iman kepada Tuhan.
kenapa mengenal Allah sebagai Bapa merupakan kebutuhan yang penting? ada beberapa alasan yang mendasarinya:
1. mari kita melihat Matius 6:9 yang berbunyi:“Pray, therefore, like this: Our Father Who is in heaven, hallowed (kept holy) be Your name.”
atau bahasa Indonesianya:
“(9) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu”
Alkitab mengajarkan kita untuk berdoa pada Bapa melalui anaknya. bisa dilihat disini, penggunaan kata Bapa mengacu pada pengertian Tuhan ingin dilihat bukan saja sebagai penguasa, namun sebagai Bapa yang menjadi tumpuan kita dalam perjalanan kita. bukan sebagai Raja yang ditakuti, namun Bapa yang adil, penyayang, namun juga bijaksana pada anak-anakNya. Tuhan ingin dilihat sebagai pribadi yang hangat, bukan yang ditakuti. hal ini agar kita dapat menyembahNya bukan karena keterpaksaan, namun dengan kasih dan kerinduan yang amat dalam seperti kalau kita menyayangi ayah kita sendiri dirumah.
2. alasan kedua adalah agar kita semua menyembah Bapa. seperti tertulis dalam Yohanes 4:23, yang berbunyi:
“(23) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”
sekarang saatnya telah tiba. saat setiap orang percaya akan menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran yang telah dianugerahkan, bukan dengan ketakutan. karena alasan kita diciptakan adalah untuk menyembah dan melayani Dia semata. namun Bapa pengen kita melaksanakan tujuan hidup kita dengan sukacita dan kerelaan hati.
3. alasan selanjutnya adalah dapat dilihat dalam Yohanes 14:6:
“(6) Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
dapat dilihat, Allah ingin agar kita menemuiNya dan berjumpa denganNya melalui anakNya Yesus Kristus. anakNya yang tunggal adalah satu-satunya jalan menuju Allah Bapa agar kita dapat mengalami perjumpaan denganNya.
4. Alasan keempat adalah tujuan kita adalah menjadi sempurna seperti Allah Bapa kita. seperti dapat dilihat dalam Matius 5:48:
“(48) Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
maka dari itu kita harus mendapatkan kebutuhan kita, karna dasar, hidup, dan tujuan kita adalah Allah Bapa semata. :)
nah, sekarang baru kita akan masuk ke bagian yang membuat aku mengerti, mengapa aku diharuskan datang sama Bapa ke retreat itu kemarin.
karena Tuhan ingin mengenalkan diriNya sebagai Bapa, maka ada yang namanya keluarga. tujuan dari adanya keluarga adalah agar dalam keluarga, seorang Ayah (bapa yang ada di dunia) anak-anaknya dapat melihat figur seorang Bapa di surga itu seperti apa.
Namun, disinilah iblis seringkali merusak rencana indah ini. iblis suka sekali menyusup dalam figur seorang ayah/bapa untuk merusak anak-anak dalam pengenalannya terhadap Bapa di sorga.
Namun ALLAH mempunyai janji pemulihan. Lukas 1:17:
“(17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
hal-hal dibawah ini adalah yang dirusak iblis dari figur bapa:
1. Otoritas (orangtua)
otoritas memang baik, dan perlu. namun otoritas bukan berarti otoriter. kita harus tunduk pada otoritas, menghormati orang tua atau ayah/ibu kita berdasarkan otoritas yang telah diberikan kepada mereka sebagai orang tua kita. namun sekarang banyak sekali orangtua yang bersikap otoriter pada anaknya. dengan dalih mendisiplinkan, anak-anak mereka didik secara otoriter sehingga menyebabkan luka hati.
orang yang mempunyai masalah dengan otoriter, biasanya mempunyai sifat pemberontak. entah pada orang tua, dosen, kelompok, atasan, pokoknya dia suka memberontak. lebih jauh, dia juga menjadi pribadi yang suka berontak pada otoritas dan firman Allah.2. Penghargaan
orang yang tidak dihargai, gambar dirinya rusak. misal: minder ataupun kebalikannya, sombong.
contoh waktu kecil orang tua kita mungkin tidak menghargai niat dan usaha yang telah kita perbuat untuk menyenangkan hati mereka, sepele apapun itu (ex:nilai ulangan mat dapet 7 dengan hasil usaha kita, tapi jangankan pujian, yang ada malah orang tua pengen kita kalo bisa dapet lebih bagus lagi. atau ketika kita ingin membersihkan kamar, tapi jadinya malah makin berantakan, orang tua lantas marah2. kita merasa niat kita tidak dihargai dan menjadi minder)
hal ini menghasilkan ornag-orang yang suka cari pengakuan dari macam-macam hal. contoh: melalui baju atau sepatu dan aksesori mahal, nilai-nilai sempurna, atau selalu ingin jadi nomer 1, dan semacamnya. Orang yang merasa dirinya berharga, berani menatap orang. orang yang merasa dirinya berharga, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain
makanya agar orang lain tidak mengalami hal tersebut, ada baiknya kita berusaha menghargai niat dan usaha orang, bagaimanapun hasilnya.
3. disiplin yang benardulu waktu kita msih kecil misalnya, orangtua suka mukul2 tanpa alasan yang jelas. katanya kita salah, tapi kita gak dikasih tau salahnya dimana, cuma dibentak-bentak aja gak jelas. intinya sih mau mendisiplinkan, tapi caranya kurang bijak.
sebenarnya Bapa di surga juga akan menghukum kita kalau salah, tapi Dia akan menghukum kita dengan kebijaksanaan, dan dengan tujuan untuk menyadarkan kita, salahnya apa.
ibaratnya itu, sebenarnya pmberian hukuman gak masalah, tapi jenis dan alasannya harus jelas dan diberitahu secara baik dan tegas.
dan kalau kita posisinya sebagai pemimpin (ayah/atasan), juga harus hati-hati dalam pemberian hukuman. dan yang perlu diingat adalah, meskipun kita salah, Tuhan tidak akan pernah membuang kita.
4. Kasih yang bersyarat
dalam kisah anak yang hilang, meskipun si bungsu pergi mengambil harta warisan bagian dia dan menghambur2kannya entah dimana (konteksnya disini adalah berbuat dosa), bapanya tetap khawatir akan keadaan anaknya yang terhilang.
ditempat lainpun, ketika harta bawaan si anak sudah habis dan yang dapat dia makan hanyalah makanan babi (maksudnya mengalami kehancuran dan keterpurukan akibat dosanya), si anak teringat akan bapanya dirumah. lalu memutuskan untuk mencari bapanya pulang.
seorang Bapa, tidak akan pernah lupa akan anaknya. kasih Bapa tidak pernah bersyarat. meskipun berkali-kali kita mengecewakan Dia dan jatuh dalam dosa.
tapi disisi lain, kita seoerti anak sulung yang kasihnya bersyarat alias pilih-pilih. dia protes pada ayahnya, ketika si bungsu pulang kerumah malah bapaknya buatkan pesta meriah dan merayakan dengan gembira akan anak bungsunya yang hilang. si sulung merasa adiknya tidak pantas mendapatkan pesta yang meriah setelah semua yang si bungsu lakukan.
begitulah kita juga. memaafkan dan mengasihi orang sering sekali pilih-pilih. suka sama si A karena ramah, benci si B karena udah bikin sakit hati, dst. yang perlu diingat disini, kita sebagai manusia berdosa yang uda berkali-kali ngecewain Bapa di surga aja tetep dimaafin dan diberikan berkat berlimpah setiap kita bertobat, lantas kenapa kita tidak mau untuk berbuat yang sama?
Tuhan sudah mengasihi kita bahkan dari sebelum kita mengasihi Dia! jadi janganlah kita seperti si sulung yang mau maafin dan mengasihi pun liat2 dulu siapa orangnya. kita kan diajarin untuk mengasihi bahkan orang yang menyakiti kita.
————-
teman-teman, syarat untuk dipulihkan itu juga ada. yaitu,
Mengampuni
ampuni apa yang telah ayahmu (atau orang lain) telah lakukan kepadamu. tidak ada satupun perbuatan kita, entah baik ataupun buruk, yang membuat kita lebih bersih ataupun lebih kotor dari dosa kita. namun hanya dengan TERIMA Yesus Kristus di hidup kita maka kita beroleh selamat. jadi gak ada yang namanya masuk surga atau masuk neraka karena kita rajin pelayanan, jadi pendeta atau karena bunuh orang. semua itu gak akan mengurangi ataupun menambahkan keselamatan kita. :)
dan yang perlu diingat adalah: saya dan kamu berharga, bukan karena saya dan kamu mampun berbuat macam-macam, membuktikan macam2, tapi karena saya dan kamu itu memang BERHARGA di mata Tuhan.
mengampuni bukan perkara hati. namun perkara keputusan. keputusan yang butuh kerelaan hati, yang cuma bisa didapat dengan doa dan kemurahan Tuhan. soal penyembuhan luka hati, kita minta Tuhan. butuh proses, tapi pasti sembuh. asal kita mau dan buka hati. :)
=================================================================
tulisan ini rada2 belibet sih, tapi moga2 yang baca ngerti ya. hehe…yang penting niatan dan hatinya ;)GBU