-
Rencana manusia mungkin baik, tapi rencanaNya adalah terbaik
manusia itu tidak sempurna. kita itu tidak sempurna. kita dapat disempurnakan hanya dalam Tuhan semata. setidaknya itulah pikiran yang bercokol di otak dan hatiku.
karena kita tidak sempurna, maka dari itu kita juga tidak dapat menghasilkan rencana terbaik bagi kehidupan kita. itulah gunanya kita minta pada Tuhan agar Dia saja yang mengatur hidup kita. agar yang paling baik saja yang dapat kita nikmati dari rencananya dalam kehidupan kita.
namun dalam ketidaksempurnaannya, manusia dengan otak yang tidak sempurna itu suka berasa paling tahu sedunia apa yang paling baik untuk hidupnya. melihat hanya ke satu tujuan tanpa memikirkan aspek-aspek lain yang sebenarnya layak untuk dipertimbangkan, sehingga kalau dipikirkan sungguh-sunguh ternyata rencana kita banyak cacatnya.
manusia itu sok tahu. manusia itu sombong…ya, sombong. berasa paling pintar seantero jagat, dan menggantungkan diri kepada pengetahuan yang dia punya..
Akhir-akhir ini, selain permasalahan tempat tinggal yang terus bercokol di pikiran, aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi magang di salah satu perusaahaan multinasional terkemuka di bidang pertambangan. betapa senangnya diriku. ini akhir masa kuliah, kalau misalnya aku bisa mendapatkan hal ini, betapa aku merasa masa depanku nampaknya cukup bersinar.
pertamanya hatiku benar-benar berserah sepenuhnya sama Tuhan, dapet syukur, gak dapet ya bukan jalanku. lalu aku lolos tahap pertama. senang rasanya, aku kira langkahku akan berhenti di tingkat pertama karena latar belakangku yang agak jauh dari pertambangan dan sejenisnya.
mulai dari sini lalu kusadari bahwa aku ternyata mulai ingin agar diriku dapat lolos dari tahap kedua. tahap wawancara. truth to be told, kurasa proses yang kualami cukup baik. aku merasa telah memberikan yang terbaik dan sebagainya dan sebagainya, serta respon HRD dari perusahaan tersebut juga nampaknya (sekali lagi, hanya nampaknya) menjanjikan.
memang belum lama waktu berlalu, tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda mereka menghubungi diriku. lalu diriku hampir-hampir merasa sebal.
mungkin bukan kepada masalah aku keterima atau gak keterima. tapi masalah terkabulnya keinginanku atau tidak. untuk tahun 2010. ini kali keberapa hal tidak berjalan sesuai mauku. dan entah kenapa, hal ini malah yang menghantui hati dan pikiranku lebih dibandingkan yang lalu-lalu.
dari kemarin aku berdoa agar kehendak Tuhan saja yang jadi, dan apapun hasilnya, buat aku untuk selalu bersyukur dan bersukacita, meskipun hal itu tidak sesuai rencanaku.
itu keputusanku. aku mau menyerahkan dan merelakan semuanya buat Tuhan. mungkin hal ini terdengar sepele bagi sebagian orang, mungkin banyak hal lain yang lebih berat daripada menunggu jawaban Tuhan. tapi yang aku tahu, ini juga bukan hal termudah, setidaknya bagiku, untuk dijalani.
jujur saja, belum 100% aku rela jika jawaban Tuhan tidak sesuai yang kumau. Tapi aku mau bersyukur.
kadang rasanya pengen marah dan kesel sama Tuhan, kenapa banyak hal yang aku mau, yang kutahu mampu kekerjakan, yang aku memahami benar bahwa aku layak mendapatkannya…hampir semuanya gak diluluskan sama Tuhan. apa sih maunya Tuhan? kenapa ternyata orang yang gak kenal DIa malah sepertinya jalannya dilancarkan banget seperti jalan tol? karir dan kehidupannya menanjak dengan cepatnya.
lagi-lagi dan lagi-lagi…agar aku belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan. hal ini rasanya lebih mudah diucapkan dibandingkan dilakukan. kalau tidak aku mungkin gak akan menulis hal seperti ini. kita hidup itu menyembah siapa?
truth to be told, manusia diciptakan untuk menyembah. dan apa yang kta sembah itulah yang akan menentukan hidup dan perilaku kita. pertanyaannya: APA atau SIAPA yang kita sembah?
menyembah adalah bentuk penyerahan diri dan tunduk sepenuh hati kepada yang kita sembah.
kalau misalnya kita menyembah (ekstremnya) pornografi, apalagi sepenuh hati, pasti dan gak mungkin agak hidup kita akan berpusat pada hal-hal berbau porno dan sejenisnya. apa yang kita lakukan, pikirkan, dan perbuat gak akan jauh-jauh dari situ.
sama halnya jika misalnya kita menyembah ego dan kesombongan kita. apa yang kita pikirkan, lakukan, dan kerjakan dalam kehidupan kita akan berpusat untuk memberi makan ego kita agar lebih tinggi dan hebat lagi.
intinya sih, siapa/apa yang kita sembah, itulah pusat kehidupan kita.
aku gak mau kehidupan yang seperti itu. selama ini aku berprinsip bahwa hanya Tuhan Yesus saja yang kusembah. artinya, aku harus tunduk dan menyerahkan diri kepada Dia, yang aku sembah. namun tidak seperti allah-allah lain, Tuhan menginginkan bukan saja penyembah yang benar, melainkan yang sejati. (baca Yoh 4-21-22)
menjadi penyembah yang sejati tdak cukup buatku hanya pergi ke gereja sminggu sekali dan menyanyi-nyanyi menyembah Dia. tidak cukup aku bayar harga untuk saat teduh tiap hari. penyembah yang sejati itu adalah penyembah yang tulus dari hati dan jiwa mencari dan berusaha mengenal Dia. penyembah yang sejati adalah penyembah yang dapat mencerminkan sifat-sifat Kristus dalam kehidupan kita, bukan yng kelihatan dari kulit semata, namun terpancar dari hati dan jiwa.mengenal Tuhan memang dapat melalui saat teduh yang sungguh-sungguh. namun itu hanyalah salah satu cara utama. kita juga harus secara tulus dan murni terus-menerus mencari dan berusaha mengenal Dia. karena gak lucu kan, kalo kita menyembah Tuhan yang gak kita kenal? maka dari itu, banyak orang skeptis dan merasa Tuhan itu jahat dsb, karena mereka gak berusaha mengenal pribadi Tuhan lebih dalam lagi.
kembali ke permasalahanku tadi…sekarang hatiku sudah lebih mendingan jauh dibandingkan sebelum aku menulis postingan ini. kayaknya menulis dan merenungkan firman hiburang yang cukup menyenangkan.
aku tahu dan masih percaya, bahwa rencana Tuhan yang tersedia bagiku di depan nanti jauh lebih oke adanya :D